Acceleration of Geothermal Power Plant Industries In Indonesia

Acceleration of Geothermal Power Plant Industries In Indonesia

Jumat, 14 Oktober 2011

AS berminat kelola panas bumi Indonesia?


AS berminat kelola panas bumi Indonesia?



DENPASAR (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) sangat tertarik dengan potensi energi panas bumi di Indonesia. Mereka ingin bekerja sama untuk mengelola energi geotermal ini, tetapi pemerintah Indonesia harus mampu memperbaiki iklim investasi terlebih dahulu.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Bidang Ekonomi, Energi, dan Pertanian, Robert D Hormats, mengemukakan hal itu dalam diskusi dengan mahasiswa Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Jumat (22/7/2011). Diskusi ini juga diikuti mahasiswa di Pusat Kebudayaan AS, @America, di Jakarta, melalui video jarak jauh.
“Dengan potensi energi sebesar 27.000 Mega Watt, energi panas bumi di Indonesia merupakan kesempatan besar bagi kami untuk bekerja sama,” kata Hormats. Perusahaan dari AS dapat bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri dengan menyumbang teknologi.
Menurut Hormats, energi panas bumi sangat penting untuk dikembangkan karena ramah lingkungan. Dengan menggunakan energi panas bumi, penggunaan minyak bumi dapat dikurangi.
Selain itu, kata Hormats, jika potensi energi ini dapat dikelola dan dimanfaatkan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan meningkat. Energi tersebut dapat menghidupi perusahaan manufaktur dan mendorong terbangunnya infrastruktur baru.
Sebelum bekerja sama, AS menginginkan iklim investasi yang baik. “Ini adalah kerja sama jangka panjang sehingga harus ada kebijakan yang jelas dan kepastian dari pemerintah Indonesia,” kata Hormats.
Ia mengeluhkan selama ini perusahaan asing harus melalui proses perizinan yang lama jika ingin berinvestasi di Indonesia, yaitu 49 hari. Sementara di negara lain paling lama hanya 39 hari.
Selain itu, Hormats mengingatkan bahwa kasus korupsi di Indonesia yang cukup tinggi dapat memperburuk situasi perekonomian. “Saya percaya pemerintah Indonesia mempunyai solusi untuk memecahkan masalah ini,” katanya.
Secara terpisah, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Unggul Priyanto menilai, ajakan kerja sama dari AS ini merupakan kesempatan bagus. “AS penghasil panas bumi terbesar dan mereka punya banyak pengalaman dalam hal itu,” ujarnya.
Namun demikian, kata Unggul, pemerintah Indonesia harus berhati-hati karena beberapa lokasi panas bumi terletak di kawasan konservasi. “Jika terletak di hutan lindung, pemanfaatan energi panas bumi tidak dapat dilakukan, karena hutan harus dibabat,” kata Unggul. (link sumber klik!

Potensi Geothermal Indonesia Setara 19 Miliar Barrel Minyak

TEMPO InteraktifBengkulu - 


Potensi geothermal atau panas bumi di Indonesia sebesar 27.710 Mega Watt (MW) atau setara dengan 19 miliar barrel minyak bumi. Kapasitas terpasang saat ini baru 4,3 persen atau sebesar 1.189 MW dari target pengembangan energi panas bumi pada 2025 yang itupun ditetapkan hanya sebesar 9.500 MW.

Kelimpahan sumber energi panas bumi itu diungkap Anna Rufaidat dari Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Air Tanah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral saat presentasi kegiatan pengembangan panas bumi proyek Hulu Lais, akhir pekan kemarin. “Target pengembangan disesuaikan dengan keputusan Presiden No.5/tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional,” katanya.

M. Irhas, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy, mengatakan saat ini terdapat Sembilan area kerja energi panas bumi PT Pertamina. Dua diantaranya adalah Sibayak di Brastagi, Sumatera Utara, yang telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 11 desember 2007 lalu dan Sungai Penuh di Gunung Raya Kerinci, Jambi, yang saat ini masih membuat AMDAL dan rencananya beroperasi 2012 nanti dengan kapasitas terpasang 80 MW.

Hulu Lais sendiri memiliki kapasitas sampai 300 MW dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan infrastruktur setelah merampungkan AMDAL. “Ditargetkan akan digali dua sumur di Hulu Lais masing-masing dengan kapasitas 2x55 MW yang direncanakan akan mulai pada 2012,” ungkap Irhas.

Pengeboran tepatnya akan dilakukan pada Juni-Juli 2010. “Pada Oktober kami sudah akan tahu pasti kapasitas potensi dan pada 2011 dilaksanakan over rate,” katanya. Untuk proyek pengembangan panas bumi di Hulu Lais, Pertamina menyiapkan anggaran US$ 300 juta atau kurang lebih Rp 3 triliun.

(PHESI ESTER JULIKAWATI)

Lagi, Prancis berinvestasi di Indonesia

FRIDAY, 01 JULY 2011 21:13
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE


(okezone.com)
JAKARTA - Prancis tampaknya tidak mau ketinggalan untuk berinvestasi di Indonesia. Apalagi Indonesia tengah dalam pembangunan. Untuk itu, Prancis tertarik dengan beberapa proyek di Indonesia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Suryo Sulistyo, mengatakan untuk sektor swasta, Prancis tidak mau ketinggalan. Dan harapan itu segera terealisasi.

"Prancis sangat tertarik dengan beberapa proyek di Indonesia, seperti proyek pembangkit listrik tenaga bumi (geothermal ), pelabuhan dan bandara. Karena itu yang paling mereka kuasai," ujar Suryo, tadi malam.

Selain itu, menurut Suryo, Prancis juga sangat tertarik dengan transportasi massal di Indonesia seperti perkeretaapian yang ada di Bandung. Terakhir, saat dikonfirmasi lebih lanjut berapa nilai konkrit yang akan di investasikan Prancis di Indonesia, dirinya belum bisa memastikan lebih jauh lagi. "Konkritnya mereka tidak menjelaskan. tapi yang jelas besar, sampai miliar dolar," katanya.

Sebagai informasi, Perdana Menteri Prancis, François Fillon beserta Kadin Prancis memang tengah melakukan kunjungannya di Indonesia. Kunjungan tersebut diantara adalah melakukan perjanjian antara kadin Indonesia dengan kadin Prancis.

Editor: SUWANDI
(dat06/kontan)

Rabu, 13 Juli 2011

PROSEDUR PENDAFTARAN:


          1. Untuk melakukan pendaftaran, konfirmasi terlebih dahulu 
              kepada pihak panitia di nomor 085695849768 atas nama 
              Rani Purbasari untuk mengetahui apakah kuota perserta 
              masih tersedia. 


          2. Jika kuota masih tersedia, silahkan booking terlebih 
              dahulu via sms ke nomor yang sama dengan cara ketik:   
              DAFTAR, NAMA, INSTANSI/UNIVERSITAS, NO. HP.

          3. Cara pembayaran dapat dilakukan dengan cara transfer ke: 
              BANK MANDIRI CABANG SOLOK
                        No Rekening : 1110004874851
                        Atas Nama : Mentari Halimun

              Pembayaran sudah dapat dilakukan pada tanggal 
              18 Oktober 2011 sampai 16 November 2011.
              untuk Mahasiswa @Rp.100.000
              untuk Umum @Rp.150.000
              Simpan bukti struk pembayaran Anda. Harap dibawa 
              saat registrasi ulang di hari pelaksanaan.


          3. Jika transaksi melalui transfer telah berhasil, segera 
              verifikasikan via sms dengan format ketik :
              DAFTAR, NAMA, INSTANSI/UNIVERSITAS, EMAIL, 
              NO. HP, TGL TRANSFER, NOMOR STRUK. Kirim ke   
              085695849768 atas nama Rani Purbasari.


          4. Kami akan mengirimkan Curriculum Vitae (CV) dan 1 
              lembar kertas berisi PIN.
              Untuk CV silakan Anda isi dan di-forward kembali. 
              Pengisian CV ini untuk kebutuhan pembuatan sertifikat.
              Untuk 1 lembar kertas berisi PIN, silakan dicetak dan 
              dibawa saat registrasi ulang di hari pelaksaan untuk 
              diganti dengan tiket asli.

          5. Pengiriman CV kembali menandakan Anda secara resmi 
              telah menjadi peserta GEOTHERMAL NATIONAL 
              SEMINAR 2011 "Acceleration of Power Plant Industries  
              In  Indonesia".